You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pulau Pari Giatkan PSN Antisipasi Penyebaran DBD
photo Suparni - Beritajakarta.id

Petugas Gabungan Lakukan PSN di Pulau Lancang Besar

30 petugas gabungan yang terdiri dari unsur kelurahan, puskesmas, kader Jumantik, kader kesehatan, PKK, PPSU dan Satpol PP Kelurahan Pulau Pari melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di RW 03 Pulau Lancang Besar, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Kegiatan PSN kali ini kami lakukan dari rumah ke rumah

Lurah Pulau Pari, Surahman mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut dari imbauan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Kegiatan PSN kali ini kami lakukan dari rumah ke rumah," ujarnya,  Rabu (23/1).

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kepulauan Seribu Digencarkan

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad menuturkan, pemberantasan sarang nyamuk tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya DBD di wilayahnya. 

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengimbau agar jadwal PSN harus ditambah sebagai upaya pencegahan.

"Kita minta untuk ditingkatkan PSN bisa bersamaan dengan grebek sampah. Saya juga meminta puskesmas menyiapkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat serta melakukan merespon cepat jika terjadi gejala DBD," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6766 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5667 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2908 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2111 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1879 personAnita Karyati